Negara-ku…

“Jangan bertanya apa yang pernah diberikan negara pada anda, tetapi bertanyalah apa yang pernah anda berikan untuk negara” kalimat yang pernah dilontarkan oleh John Fritzgerald Kennedy adalah sebuah pernyataan yang sangat mendalam untuk direnungi, bukan karena membuatnya menjadi ikon pemimpin Amerika yang populer dan bukan karena dia seorang presiden negara “kapitalis” tetapi pernyataan tersebut bisa berlaku untuk diri kita sebagai warga negara Indonesia dalam memahami dan menyikapi makna dari pernyataan tersebut. Sebagai warganegara mungkin kita belum berbuat terlalu banyak untuk negeri ini atau bahkan kita mungkin terlalu banyak menuntut pada negeri ini untuk hal-hal yang sangat multidimensi dan sangat kompleks tentunya. Sejauh ini dalam keseharian kita dapat melihat bagaimana orang berlomba-lomba menjadi pegawai negeri atau polisi atau profesi militer lain dengan cara apapun bahkan sampai mengeluarkan puluhan sampai ratusan juta rupiah hanya untuk sebuah status “negeri“. Tidak sadarkan mereka bahwa mereka telah membebani keuangan negara, setiap tahunnya hampir pasti ada perekrutan pegawai negeri atau profesi-profesi militer yang juga membebani negara dengan biaya ini dan itu yang cukup besar, sementara hasil perekrutan tersebut akhirnya menumpuk pada badan-badan pemerintah tanpa penempatan keahlian yang jelas, sehingga tidak pernah maksimal dalam melakukan profesinya. Dalam kajian sebuah sistem mungkin prosedur penerimaan atau standard operational procedure-nya sudah benar dan bagus, dan memang sebaik-baiknya sistem akan sangat tergantung juga dengan pelaku sistem itu sendiri atau sumberdaya manusia yang menjalankan sistem itu. Jika pelaku sistem tersebut memang orang-orang yang tidak pernah menyadari apa yang telah diperbuatnya maka keadaan seperti ini akan terus berlanjut dan menjadi sebuah tradisi yang dilegalkan, dan dengan sangat jelas bertentangan dengan apa yang dimaksud oleh JFK di awal cerita ini, mereka-mereka itu adalah perusak sistem dan sengaja mengaburkan aturan yang jelas dengan dalih bermacam-macam. Ataukah mereka tidak pernah membaca atau paling tidak pernah mendengar kalimat JFK tersebut, ataukah mereka pura-pura tidak tahu, dari sebuah sistem yang paling sederhana-pun mereka akan berbuat seperti itu. Ataukah negara mereka jadikan tameng untuk mengeruk keuntungan dari generasi-generasi berikutnya dari negara ini, dan negara telah berbuat dan berkorban sangat banyak untuk mereka, sampai-sampai harus disejajarkan dengan negara-negara korup yang ada di dunia, dan sayangnya itu bukan prestasi membanggakan. Negara ini harus menggadaikan nama baiknya untuk orang-orang tersebut bahkan mungkin harus mengemis pada negara-negara maju untuk sejumlah bantuan atau hutang yang tidak pernah akan selesai dan belum sepenuhnya digunakan untuk kemakmuran rakyatnya, tetapi mereka pakai sendiri untuk kepentingan kelompok dan golongan di sekeliling mereka. Ataukah kita akan mewarisi sifat-sifat mereka hanya karena kita belum mendapat kesempatan. Demi Tuhan berusahalah berbuat sesuatu untuk negeri kita walaupun dari hal-hal yang sangat kecil dan tidak berpengaruh, berusahalah mencintai sesama bangsa dan tanah air kita, bukan menjadikannya sebagai obyek untuk mendapatkan keuntungan, berusahalah bersatu walau akhirnya nanti harus tergilas oleh bibit-bibit kapitalisme yang individual, berusahalah membangun walau nantinya akan terjerembab oleh kelompok-kelompok separatis yang cuma menjual omong kosong, berusahalah berbuat sesuatu untuk negara walau diming-iming oleh santainya birokrasi dan mudahnya mencari uang. Berbuatlah untuk negeri ini meski perasaan ini tercabik-cabik oleh pernyataan-pernyataan palsu di panggung sandiwara media cetak dan televisi, berbuatlah untuk kemajuan meski akhirnya harus menjadi musuh utama birokrasi yang berbelit-belit. Negeri ini memerlukan orang-orang yang mau bekerja bukan orang-orang dengan sederet gelar yang bisa dibeli, negeri ini butuh orang-orang yang taktis bukan orang-orang berseragam yang hanya bisa menakut-nakuti orang-orang kecil. Negeri ini butuh kita, generasi terbuang dari bangsa yang besar yang mau berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara secara tulus tanpa meminta imbalan dari partai-partai yang mengaku pro rakyat. Ataukan Pancasila hanya menjadi lambang kenegaraan sementara konsep-konsep ketatanegaraan lainnya hanya menjadi referens-referensi mati di bangku kuliah dan sama sekali belum tertanam sifat-sifat membangun dan menghargai. Ataukan negeri ini sudah kehabisan generasi-generasi penerus yang kuat dan konsisten dengan prinsip-prinsip kemandirian. Hanya insan-insan negeri inilah yang bisa menilai seberapa banyak yang telah diperbuatnya untuk negara dan sejauh mana negara ini akan dibawa, sedangkan kita hanya dapat melihat dan sedikit berbuat karena sudah tergilas oleh kepentingan-kepentingan golongan yang mengatasnamakan rakyat sebagai tameng untuk mengeruk kekayaan negara ini dan memperjualbelikan kehormatan negara hanya untuk segelintir orang yang tidak pernah berbuat apa-apa untuk negara ini.

About these ads

3 thoughts on “Negara-ku…

  1. Benar mas Friede, menurut saya mas,kita sebagai masyarakat
    mestinya mengikuti filosofi JFK&mas sendiri minimal kita berbuat sesuatu dari yang kecil(spt: kerja, dll)&dari diri sendiri(ibdabinafsih) utk negara karena tuhan (Lillahita’ala/fisabilillah) walaupun resikonya disingkirkan dari komunitas yg lebih mengejar harta daripada amal jari’ah.tapi menurut pengalaman saya,orang2 spt itu biasanya tidak akan menikmati apa yg mereka cari dengan manis klo tidak,keluarga mereka kacau balau tidak harmonis

    Wassalam

  2. benar Mas Dani, yang saya maksud disini adalah kita mesti mulai menanamkan budaya menghargai dari lingkungan yang paling kecil, misalnya diantara keluarga dan teman-teman kita, dan mencoba berbuat sesuatu yang sepertinya kecil dan hampir tidak terlihat, tetapi minimal hal tersebut menjadi sebuah pembelajaran bagi kita, bahwa kita bisa berbuat sesuatu untuk negara ini walaupun dimulai dari hal-hal yang sangat kecil dan sepertinya tanpa arti. Hanya orang2 yang mau berubah dan sadar saja yang akan bisa hidup di tengah-tengah degradasi yang multidimensi di negara ini, dan mencoba mengais sedikit ilmu dan rejeki di jalan yang diridhoi Allah SWT, tetapi hal itu bernilai sangat besar bagi kelanjutan generasi-generasi bangsa yang benar-benar berdedikasi untuk negeri ini. Terima kasih.

    Salam

    Fridie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s