Senyum….Gambaran Sudut-sudut Kota

Senyum mengandung sejuta makna, banyak hal yang bisa membuat kita tersenyum, entah apapun makna dari senyum itu. Tersenyum ketika melihat hujan turun membasahi bumi yang merah oleh panasnya perang dan pertikaian politik. Tersenyum saat mendapati burung-burung kecil bermain diatas pohon yang hijau yang semakin jarang karena digantikan tembok-tembok tebal yang kaku. Tersenyum kala menengok pedagang-pedagang pinggir jalan tertawa riang diantara mereka tanpa memikirkan besok atau lusa mereka harus tergusur dari tempat itu. Tersenyum manakala berjalan di pagi yang indah berkabut tipis tanpa deruan mesin-mesin dan suara bising kereta-kereta besi penyebab polusi dan pemanasan global. Tersenyum bila mendapati taman-taman kecil yang hijau tanpa berpikir besok taman itu akan hilang dan dipenuhi oleh bangunan-bangunan tak berfungsi. Tersenyum saat melihat anak-anak kecil bermain bola dengan riang di tanah lapang yang hijau tanpa peduli besok semuanya akan sirna menjadi sebuah pertokoan mewah. Tersenyum mendapati bunga-bunga yang mekar berwarna-warni tanpa mengira semuanya akan berubah menjadi pagar-pagar besi yang rigid dan kaku. Tersenyum ketika mengamati orang-orang kampung bekerja bahu membahu membersihkan selokan tanpa sadar esok mereka akan bergelut dengan kerasnya hidup yang sudah mulai individualis. Tersenyum menapaki sisi-sisi sungai dengan air yang jernih tanpa tahu esok sungai itu menjadi tempat pembuangan limbah industri dan menjadi kotor oleh tangan-tangan jahat dunia industri. Tersenyum menelusuri sisi-sisi jalan dengan terpaan angin gunung yang sejuk tanpa sadar esok angin itu membawa bencana besar. Tersenyum memandangi gunung yang hijau dari kejauhan tanpa berpikir esok batu-batu bergulingan di lereng-lereng itu. Tersenyum saat mengusap keringat di kening setelah menelusuri sudut-sudut kota yang dulu berbekas jelas di benak tentang sebuah kota nan asri dan sejuk dan Tersenyum saat menyadari semua telah berubah dan waktu berjalan begitu cepat melewati dua dekade seperti mimpi yang begitu cepat berlalu dan Tersenyum ketika hujan mulai turun dan harus menunggu lagi sampai hujan dan angin dingin ini berlalu menyapu kota yang mulai redup dengan terbenamnya matahari sore.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s