Pengaburan Budaya, Indigo dan Era Informasi

Budaya merupakan nilai-nilai luhur sebuah bangsa dengan segala ciri khas dan keunikannya, yang menjadikan sebuah peradaban yang disebut bangsa mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan keseharian dan kejadian-kejadian umum yang berkembang di wilayah pijak dimana bangsa tersebut berada. Lebih jauh lagi, budaya membentuk karakter-karakter yang kuat terhadap nilai-nilai tertentu di dalam partikel-partikel yang membentuk sebuah bangsa yang utuh yaitu masyarakat. Ketika budaya masih tertanam kuat dan mengakar jauh di dalam benak setiap individu, saat itu pula budaya akan menjadi tameng-tameng yang kuat dalam membendung perubahan yang akan menjerumuskan dan menggantikan pola-pola dasar yang sudah tertanam sangat kuat. Sampai dimana benteng-benteng budaya itu menjadi sebuah stronghold yang akan melindungi setiap gesekan yang akan mengikis nilai-nilai budaya sedikit demi sedikit, saat serbuan-serbuan informasi global yang begitu dahsyat terus menghantam tiada henti dengan derasnya tayangan-tayangan sampah di layar kaca atau tulisan-tulisan provokatif di surat kabar, haruskah ciri khas sebuah bangsa yang besar ini menjadi hancur tak bersisa hanya karena individu-individu yang bertahan sudah terbius oleh topeng-topeng globalisasi yang cenderung kejam dan menghantam segala rintangan budaya yang ada di depan mata. Tampak di depan mata anak-anak kecil sudah tidak lagi bermain dengan game tradisional dan digantikan dengan impian-impian palsu di layar kaca dan trend-trend baru yang dipaksakan dan seolah menjadi sebuah keharusan, sebuah pertanda dimulainya cultural fading out atau pengaburan budaya dan nilai-nilai luhur sebuah bangsa yang besar. Modernisasi memang menjadi sebuah kebutuhan di era informasi dimana segala sesuatu menjadi begitu mudah dan cepat dengan maraknya technological jump out atau loncatan teknologi yang membawa pengaruh begitu besar terhadap pola pikir manusia di jaman keterbukaan ini. Tanpa disadari modernisasi juga berdampak besar pada perkembangan psikologis generasi-generasi penerus bangsa yang terlalu cepat dewasa secara cara pikir, sehingga melahirkan indigo-indigo baru yang berusaha menciptakan sesuatu jauh ke depan melampaui usia generasi itu secara fisik dan mental, ataukah pikiran dan benak mereka sudah terkontaminasi oleh berjubelnya tayangan-tayangan scientific fiction atau bahkan film-film horror terbaru, kita tidak pernah mengerti, ataukah sebuah kenyataan yang harus kita terima dengan hati-hati tentang lahirnya sebuah generasi-generasi baru era informasi yang memang diciptakan untuk mengimbangi begitu cepatnya perkembangan teknologi. Sebagai seorang biasa, hanya dapat memandang perubahan-perubahan yang begitu cepat layaknya mobil yang lalu lalang di jalanan, begitu cepat begitu kencang, melesat meninggalkan siapapun di belakang tanpa menoleh sedikitpun. Sejenak terlintas di benak, kapankah sisi-sisi budaya itu menjadi tembol-tembok kokoh yang tebal dan siap membentengi generasi dari jahatnya dunia global, ataukah hanya badan ini yang kesepian dan berdiri di puing-puing benteng kebudayaan yang telah runtuh oleh hebatnya The Virtual War atau The Information War, ataukah perang inikah yang disebut World War III atau perang dunia ketiga dimana segala benteng dan pertahanan berbasis budaya luluh lantak dan digantikan oleh penguasa-penguasa baru dari sebuah dunia semu yang disebut dunia digital. Diri ini hanya bisa berangan-angan dan sesekali menangis menapaki reruntuhan tembok-tembok berlumut dari benteng-benteng budaya yang telah hancur lebur dan hanya menyisakan sebuah keyakinan hakiki akan adanya Tuhan sebagai sebuah benteng pertahanan terakhir yang tak akan pernah runtuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s