Kuikuti….

     Kehidupan layaknya sebuah jalan panjang menuju akhir yang kita tak pernah tahu, melalui jalan-jalan mulus terkadang terjal berjurang dan berkerikil tajam, basah berlumpur atau gelap berdebu. Bagaimanapun jalan itu, tetaplah harus kita lewati sembari menimba pengalaman dan pengetahuan yang tersimpan pada makna-makna kabur didalamnya. Apapun itu adalah rentang waktu yang harus kita capai atau menggeser perlahan diri kita terhadap sebuah tujuan, dan membuatnya sebagai kronologi panjang untuk panduan dan referensi kita pada masa yang akan datang. Terkadang membuat diri kita merasa sangat kecil dan rendah diri untuk menatapnya, terkadang menciptakan kesombongan yang mengharuskan kita mengangkat kepala tinggi-tinggi tanpa peduli sekitarnya. Tawa gembira sudah terlampaui, sedih dan nestapa pernah terlewati, pujian pernah menghampiri dan cacian telah pula mendominasi. Adalah seorang manusia yang sama sekali tercipta tidak sempurna untuk semua itu, begitu rapuh untuk menjalaninya sendiri.

     Waktu beranjak seolah meninggalkan dengan berjuta memori indah tertancap di angan-angan seolah tak mau terlepas. Membuai pola berpikir sehat dengan mimpi-mimpi semu tentang dunia dan isinya. Melumasi khayalan dengan sentuhan-sentuhan magis panca indera akan sesuatu yang begitu indah dan sempurna untuk sebuah tujuan. Mencengkeram kisi-kisi sosial dengan ego-ego pribadi yang tak terbantahkan. Membenamkan logika berpikir sehat dengan ayat-ayat semu benih dari reaksi emosional.

     Apa yang telah kita lakukan ? atau apa yang akan kita lakukan ? Berdiam diri dan melihat semuanya berjalan apa adanya, tanpa memberikan rambu-rambu yang pasti untuk sebuah tujuan mulia ? ataukah Bertindak aktif seolah mejadi pahlawan yang selalu memberikan solusi-solusi tepat layaknya seorang motivator ? Memang kita tidak pernah menjadi sempurna untuk berpikir logis dari berbagai perspektif. Manusia diciptakan dengan ketidaksempurnaan dan kesempurnaannya sendiri. Tuhan tidak akan menunjukkan jalan perubahan kecuali manusia memulai dari dirinya sendiri.

     Bertahun-tahun aku mengikuti, berbulan-bulan aku menagamati, sesuatu yang indah terbangun dari sebuah kebersamaan. sebuah toleransi dan sebuah janji tak tertulis untuk menciptakan lingkungan yang mudah diterima untuk berbagai level dan cara berpikir maupun bertindak. Seperti sebuah impian yang memang sulit tercapai, begitu susah terwujud dengan begitu banyak kepentingan yang memang mempunyai tujuan maing-masing. Badai memang tak hanya datang sekali, kehidupan adalah lautan yang terlalu luas untuk dimengerti hanya oleh seorang individu.

     Akan kuikuti angin, kubelah badai, meskipun aku harus hancur di dalamnya atau terseret deras dan terpental ke negeri antah berantah, tetapi tidak demikian dengan tujuan muliaku…….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s