Diri Kita, Cerminan Karakter Bangsa…

Beberapa tahun berlalu, melalui sebuah aplikasi chatting di sebuah media sosial, saya mencoba memasuki sebuah ‘Room’ dengan nama Clean Chat. Dengan bekal bahasa inggris seadanya, saya mencoba berbicara dan terkadang membuat lelucon yang mungkin tidak terlihat lucu bagi mereka, tetapi tak apalah, hitung-hitung mencoba untuk lebih akrab dengan mereka. Bagi saya merupakan sebuah pengalaman baru untuk mengenal orang-orang tersebut dan semakin lama semakin akrab, bahkan beberapa dari mereka telah menjadi teman baik saya, dan sudah beberapa kali bertatap muka di dunia nyata. Sebuah pengalaman yang paling saya syukuri dimana saya bisa mendapatkan teman-teman dari negeri antah-berantah dan kemudian menjadi teman yang cukup dekat dan menyenangkan.

Memang pada saat mereka bertanya dari mana saya berasal, dengan spontan saya jawab Indonesia, sebagian dari mereka memang pernah mendengar bahkan pernah berwisata ke negeri ini, namun bagi sebagian lagi benar-benar terdengar asing. Hal tersebut mengundang keingintahuan mereka tentang bagaimana kultur dan masyarakat Indonesia dan bahkan kebiasaan-kebiasaan sampai makanan favorit di Indonesia. Denga pengetahuan seadanya, saya terus mencoba menjelaskan bagaimana kondisi sebenarnya negeri mulai dari sis politik, ekonomi, agama dan lain-lain. Mungkin tidak banyak informasi yang mereka dapatkan tentang negeri ini melalui media-media cetak maupun televisi, kalaupun harus menelusuri internet bisa juga terlalu luas cakupannya. Tidaklah mudah untuk menjelaskan dengan kata-kata yang tepat bagi saya, dengan kondisi bahasa inggris yang bisa dibilang pas-pasan atau mungkin kurang, jadi saya jelaskan dengan kemampuan seadanya, yang penting artinya bisa mendekati dan bisa diterima dengan baik oleh mereka, dan alhamdulillah mereka bisa menerimanya dengan baik.

Banyak pertanyaan terutama tengan agama Islam di Indonesia, yang mungkin di belahan dunia sana, media cetak maupun televisi kerap membuat Islam identik dengan terorisme, apalagi setelah peristiwa 9/11. Disini saya mencoba menjelaskan dengan sederhana dan sangat hati-hati, karena topik seperti ini bisa jadi sangat sensitif. Referesi yang saya pakai adalah bagaimana kehidupan beragama di kota asal saya yaitu Kota Malang, dimana Islam mengedepankan perdamaian dan bisa hidup berdampingan dengan agama-agama lain tanpa adanya friksi atau perselisihan yang signifikan. Memamg saya bukan seorang ahli budaya atau ahli agama yang mampu menjelaskan secara detail tentang latar belakang budaya maupun agama Islam di Indonesia, tetapi saya hanya mencoba memberi sedikit pengetahuan dengan membagi sedikit pengalaman saya tentang kehidupan beragama di kota asal saya sebagai sebuah contoh umum. Sejauh ini, ternyata mereka baru sadar bahwa Islam atau Muslim adalah sebuah agama yang juga menghargai perbedaan, dan Indonesia sendiri juga menghargai agama-agama selain muslim, dan barulah mereka sadar bahwa apa yang mereka dengar atau mereka lihat, hanyalah sebuah lingkup kecil di dunia global, apalagi ketika saya jelaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Intinya adalah bagaimana kita membawa atau memberikan posisi pada diri kita terhadap komponen masyarakat lain di dunia global ini. Apapun atribut yang melekat pada diri kita menunjukkan bahwa kita ini adalah orang Indonesia, yang kuga menjadi bagian dari penduduk dunia. Apalagi ketika salah seorang teman benar-benar ingin mengunjungi saya dan bertemu di suatu tempat di Bali, yang akhirnya membuat dia percaya bahwa, muslim atau Islam tidaklah selalu identik dengan orang-orang timur tengah atau terorisme global, disini dia melihat Indonesia adalah sebuah negara yang sangat kaya buday dengan orang-orang yang cukup ramah. Dari situ juga saya bersyukur bahwa Tuhan telah menunjukkan pada orang dari belahan dunia lain bahwa sebuah informasi yang ditulis atau disiarkan di media tidaklah selalu sejalan dengan kenyataan yang ada.

Apapun itu, ketika kita berada di antara berbagi macam ras atau penduduk dunia, kita adalah tetap orang Indonesia dengan karakter budaya yang unik, dan saya bangga menjadi orang Indonesia, karena memang saya dilahirkan dan dibesarkan di negeri tercinta ini, meskipun beberapa kali harus berangkat ke luar negeri untuk urusan pekerjaan di situlah saya belajar menempatkan diri saya sebagai seorang duta bangsa, meskipun saya bukanlah seorang pakar atau duta besar. Mungkin setiap orang adalah duta bangsa dengan caranya sendiri, yang akan membawa karakter bangsa kemanapun mereka pergi……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s